3 Pelaku Pengolahan BBM Ilegal Driling Diciduk Polda Jambi

0
255

Jambitoday.co.id, Jambi – Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil menangkap tiga pelaku pengolahan BBM hasil ilegal drilling, yang beroperasi di Desa Kilangan, Kabupaten Batanghari.

Ketiga pelaku yakni Rudy Efendy, Mat Rifai keduanya merupakan warga Banyu lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, sementara Aris Rahmad warga Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.

Mereka ditangkap di lintas tempino Muara Bulian, KM 60 Desa kilangan RT 3 Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, saat melakukan pengolahan BBM hasil Ilegal driling.

“Penangkapan itu berkat informasi dari masyarakat sekitar, bahwa di jalan lintas Tempino-Muara Bulian tepatnya di Desa Kilangan, Kecamatan Muara Bulian, kabupaten Batanghari sering terjadi kegiatan pengolahan penampungan dan penyimpanan minyak tanpa izin,” jelas Dir Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol. Thien Tabero, dalam rilisnya, Senin (15/4/19).

Dikatakan Kombes Pol. Thien Tabero Selain mengamankan tiga tersangka petugas juga berhasil mengamankan Barang bukti.

“Barang bukti yang berhasil disita yakni 12 drum besi warna merah dan tedmon kapasitas 1.000 liter berisikan minyak bumi sebanyak kurang lebih 7.400 liter.
Selanjutnya, 26 drum besi warna merah berisikan BBM solar olahan sebanyak kurang lebih 5200 liter. 3 drum besi warna merah berisikan BBM bensin olahan sebanyak kurang lebih 600 liter. Jumlah total BBM 13.200 Liter” Ungkapnya.

Selain itu juga Polisi juga mengamankan, 105 drum besi warna merah kosong. 18 tedmon kapasitas 1000 liter yang masih kosong. Satu jerigen minyak sisa pengolahan. Satu set alat pengolahan minyak bumi yang terdiri dari 3 drum modifikasi bahan bakar pengolahan. Satu drum modifikasi penampungan sementara BBM hasil pengolahan. Dua buah stik besi blower. Satu buah tojok besi alat (untuk pembersih saluran pipa masakan). 4 buah blower. Dan dua buah selang ukuran 2 inci.

Akibat perbuatannya tersebut ketiga pelaku disangkakan pasal 54 dan atau pasal 53 huruf A,B, dan D UU RI nomor : 22 tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi 6 miliar.

(Ari)

LEAVE A REPLY