Belum Lunas SPP, SMK DB 1 Tega Usir Siswa Saat Ikuti Ujian Kenaikan Kelas

0
182

Jambitoday.co.id, Jambi – Oknum Guru sekolah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dharma Bhakti 1, berinisial (Rp) yang beralamat di Simpang Rimbo, Kota Jambi tega mengusir siswanya yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas.

Pasalanya guru tersebut mengusir siswanya yang sedang mengikuti ujian kenaikan kelas karena belum membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Rini (47), orang tua RP menjelaskan dirinya telah membayar sebesar 1.000.000 juta rupiah secara berangsur dari jumlah SPP sebesar 3.300.000 juta rupiah.

Dirinya sangat sesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum guru anaknya tersebut, hanya karena pembayaran yang belum lunas, anaknya diusir saat sedang mengisi soal mengikuti ujian kenaikan kelas.

“Tunggakan itu sebesar Rp 3.300.000, kemeran uni bayar waktu hari jumat Rp 1.000.000. Waktu hari pertama jumat tu dak dikasih ujian, katanya belum ada konfirmasi dari wakil kepala sekolah.
Hari sabtu anak saya datang lagi, dikasih ujian sabtu kemaren.  Tadikan hari senin kelanjutan ujian, lagi mengisi soal disuruh keluar karena belum ada pelunasan,” ungkap rini, sembari merasa terpukul kepada wartawan, Senin (17/6/19).

Mengetahui anaknya diusir, Rini yang akrab disapa Uni ini langsung menelpon pihak sekolah, dan pihak sekolahpun membenarkan bahwa anaknya tidak dibenarkan ikut ujian lantaran belum melakukan pelunasan pembayaran tunggakan.

“Sudah 2 anak saya yang tamat sekolah swasta,  baru satu kali ini menemukan anak ujian lagi mengisi soal disuruh keluar.  Kan bagaimna dengan pisikis anaknya sendiri,  itu sebagai guru didik tidak memikirkan pisikis anak didiknya.  Itu yang uni tidak terima,” terang Rini dengan nada kesal.

Sejauh ini,  lanjut Rini,  dirinya ada niat untuk melakukan pelunasan tunggakan,  namun secara nyicil, karena mengingat dirinya hanyalah seorang pedagang kaki lima.

“Sedangkan kita ada niat baik untuk membayar, inikan baru berjalan mau naik kelas 3. Lain kalau sudah mau tamat. inikan baru naik kelas 3, Masih panjang, masih 1 tahun lagi anak disana,  masak tidak ada kepercyaan guru terhdap orang tua,” sebutnya.

Padahal, beber Uni, Dirinya telah berjanji untuk melunasi dalam waktu dekat ini. Namun, untuk mengikuti ujian tunggakan pembayaran harus dilunaskan terlebih dahulu. “Intinya harus dilunasin baru dapat ujian,” singkat Rini.

(Ari)

LEAVE A REPLY