Proyek BWSS VI Tidak Bisa Dimanfaatkan Masyarakat 

0
155

KUALATUNGKAL, Jambitoday.co.id – Proyek pembangunan prasarana pengambilan air tanah untuk air baku di Kabupaten Tanjung Jabung Barat saat ini ada yang belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Total ada 8 lokasi pembangunan proyek tersebut di Kabupaten Tanjung Jabung Barat salah satunya di desa dataran pinang kecamatan betara yang selesai 2019 lalu hingga kini belum bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

Proyek miliaran rupiah dari APBN melalui Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) VI Provinsi Jambi tersebut belum bisa dimanfaatkan karna kondisi air yang keruh dan bangunan yang terkesan asal jadi.

Dari sumber dana APBN pusat 2019 disoal warga. Pasalnya program BWSS VI provinsi jambi ini disinyalir dikerjakan asal jadi.

“ Di desa kami ini belum dapat dinikmati air nya, karena selain kondisi air nya keruh rasa air nya juga sepet,” ujar salah satu masyarakat setempat.

Menurutnya padahal di desa yang sama juga terdapat program pamsimas yang hanya menelan dana ratusan juta tapi kondisi airnya jernih dan dapat dimanfaatkan warga.

“Proyek ini dana nya milyaran tapi hasil nya seperti proyek murahan, beda juah dengan pamsimas yang dikerjakan langsung oleh masyarakat, dana hanya 360 juta bisa menghasilkan air jernih dan dapat digunakan warga sampai saat ini, ” Sebutnya.

Terpisah Ketua RT setempat membenarkan jika program dari BWSS VI yang dilksankan pada Tahun 2019 lalu belum dapat difungsikan.

“Sebulan yang lalu ada perbaikan dari pihak kontraktor, pada saat itu ada kerusakan pada lantai bangun yang anjlok serta memperbaiki kualitas air yang keruh dan berkarat, tapi sampai hari ini kualitas air tetap jelek keruh dan berasa sepet, tidak ada perubahan pasca perbaikan, “Jelasnya.

Ironisnya, dari data yang dihimpun dilapangan tidak hanya di dataran pinang kecamatan Betara saja, hasil dari program BWSS VI yang berlokasi di Tungkal lima kecamatan seberang kota juga bermasalah. Selain kualitas air yang buruk bangunan tempat penampungan air sudah dalam kondisi rusak.

Diduga selain buruknya kualitas pekerjaan kinerja pengawas dan konsultan jika dipertanyakan. Karena bangunan pisik tempat penampungan air baku yang baru seumur jagung selesai dikerjakan pada Desember 2019 lalu sudah mengalami kerusakan.

Untuk diketahui total anggaran pembangunan 8 proyek tersebut mencapai 9,5 milyar rupiah yang dikerjakan oleh CV Central Tampine’s.

Sementara itu kepala BWSS VI, Nurfajri dikonfimasi mengenai hal ini enggan berkomentar. Ini saat coba dikonfirmasi via whatsapp tidak dibalas. (Msi)

LEAVE A REPLY