Tujuh Tersangka Pembangunan Asrama Haji Terancam 20 Tahun Kurungan Penjara

0
393

Jambitoday.co.id, Jambi – Polda Jambi melalui Ditreskrimsus Polda Jambi telah menetapkan setidaknya Tujuh orang tersangka pada kasus Pembangunan atau Pengembangan Asrama Haji, Selasa (29/10/19).

Dari hasil Audit yang dilakukan oleh BPK Perwakilan Jambi, Negara dirugikan sebesar Rp 11,7 miliar lebih.

Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero mengatakan dari hasil audit investigasi teknis yang dilakukan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Kerugian negara tersebut ditimbulkan dari kekurangan volume pekerjaan sebesar 28,475 persen.

“Setelah dilakukan audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP Perwakilan Jambi, ditemukan kerugian negara sebesar 11.700.800.436,” katanya, Selasa (29/10/19).

Untuk diketahui, ketujuh tersangka yakni Thahir Rahman, mantan Kakanwil Kemenag Jambi periode 2015-2017, Dasman selaku staf Bidang Haji Kanwil Kemenag Jambi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Eko Dian Iing Solihin, kepala ULP Kanwil Kemenag Jambi selaku ketua Pokja ULP.

Selanjutnya Mulyadi alias Edo selaku direktur PT. Guna Karya Nusantara Cabang Banten, Tendrisyah selaku sub kontraktor dalam pembangunan dan pengembangan Asrama Haji Jambi, Johan Arifin Muba selaku pemilik proyek, serta Bambang Marsudi Rahardja selaku pemodal proyek.

Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

(Ari)

LEAVE A REPLY