Kasus DBD di Batanghari Meningkat

0
102

BATANGHARI,JambiToday-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batanghari mengalami peningkatan di Tahun 2020. Peningkatan yang signifikan terjadi di awal tahun dengan telah ditemukan 48 kasus.

Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya bulan Desember 2019, yang ditemukan 25 kasus DBD, jumlah kasus DBD di awal tahun ini mengalami meningkat 23 kasus. Telah terjadi peningkatan sekitar 98 persen.

“Untuk kasus DBD ada tren peningkatan terutama di bulan Januari. Dimana pada bulan Januari ini ada 48 kasus yang ditemukan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batanghari, dr Elfie Yennie.

Diakui dr Elfie, Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Dinkes Batanghari telah berupaya untuk menekan kasus DBD. Salah satunya, dengan telah membuka Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal).

“Yang mana program ini di bentuk di setiap Kecamatan di Kabupaten Batanghari. Dan juga program Pokjanal ini dalam pembentukannya langsung dihadiri oleh Camat dan Lurah/Kepala Desa setempat,” ujarnya.

Selain Pokjanal, sambungnya, pihaknya juga membuat program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik). Disini, kata dia setiap rumah akan di tunjuk satu perwakilan untuk menjadi Jumantik.

“Dan untuk DBD ini sendiri ada 3 tingkatan diantaranya, Demam Dengue, demam berdarah dengue dan yang paling berbahaya yang menyebabkan kematian adalah Demam Dengue Shock Syndrome,” terangnya.

Dikatakan Elfie, kasus DBD sendiri banyak di derita oleh usia-usia Produktif. Dalam mengatisipasi kasus DBD ini, untuk melakukan fogging bukanlah cara efektif. Masalahnya, fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa,

“Jadi masyarakat di himbau untuk melakukan pembersihan lingkungan dengan cara 3 M plus, menutup tempat penampung air, menguras bak mandi atau tempat penampungan air lainnya dan mengubur atau mendaur ulang barang bekas, pintanya.

LEAVE A REPLY