Syahirsah Minta Masyarakat Tidak Panik Terhadap Virus Corona

0
377

BATANGHARI,JambiToday-Terkait virus corona atau Covid-19 yang telah masuk Indonesia yang mana menyerang dua warga Kota Depok, Jawa Barat. Bupati Batanghari, Ir Syahirsah Sy, meminta masyarakat khususnya di Bumi Serentak Bak Regam untuk tidak panik.

“Tadi melalui kepala desa sayo jugo sudah sampaikan tolong di sosialisasikan kepada masyarakat bahwo jangan panik tidak perlu kita memborong masker, apolagi memborong sembako, makanan dan tisu. Tidak perlu,” kata Bupati dalam konfrensi pers di kantor Bupati Batanghari Selasa (3/3).

Dirinya pun meminta, masyarakat menanggapi secara wajar saja jangan terlalu berlebihan, namun tetap waspada terhadap virus menakutkan tersebut. “Kito tanggapi secara wajar saja penyakit itu bagaimana sekarang Kito mengatasinyo jangan Kito keno. Itu bae,” ujarnya.

Dikatakanya, Pemerintah Kabupaten Batanghari telah mengambil kebijakan antisipasi virus corona tersebut. Salah satunya dengan mengintruksikan ke semua puskesmas yang ada di Kabupaten Batanghari untuk menggratiskan bila ada masyarakat melakukan pemeriksaan.

“Apabila masyarakat ada keluhan yang berkaitan  dengan gejala-gejala virus corona seperti batuk, filex silahkan berobat ke puskesmas terdekat. Lalu puskemas nanti akan mencatat orangnyo, Kito tanyo selamo ini berpergian kemano bae. Sehingga dapat dilacak riwayat kesehatannyo,” ucapnya.

Menurut Bupati, pemeriksaan kesehatan di tempat kesehatan sangat penting, apalagi bagi masyarakat yang mengalami gejalah-gejalah ke arah situ terutama bagi masyarakat yang pernah berpergian ke luar. Hal ini sendiri untuk dapat memastikan penyakit yang di derita.

”Bisa saja yang bersangkutan tidak pernah berpergian keluar, tetapi dia berhubungan dengan orang luar yang datang, bisa saja terinfeksi. Yang jelas, kalau ada yang merasa gejala-gejala silahkan mendatangi Rumah Sakit dan puskesmas, mengenai biaya tidak perlu dikwatikan karena gratis,” ujarnya.

Disamping pengobatan yang tidak dipungut biaya, sambung Syahirsah, Pemeritah Kabupaten Batanghari telah membuat ruangan khusus untuk pasien jika diduga terinfeksi virus corona RSUD Hamba Muarabulian. Ruangan yang siapkan merupakan ruang isolasi terhadap pasien.

“Jadi sekali lagi, tindakan yang Kita ambil Kita sosialisasi kepada masyarakat. Disini kito juga meminta kepada rekan-rekan pers untuk mensosialisasikan kepada semua masyarakat agar tidak panik dengan tidak memborong sembako, masker. Sehingga membuat harga naik berkali-kali lipat,” pintanya.

Diharapkanya,  masayarakat Kabupaten Batanghari tidak perlu cemas dengan virus corona yang telah menyerang dua warga Indonesia ini. Sebab, kata dia, dari hasil penelitian seorang Profesor doktor Universitas Erlangga, masyarakat Indonesia mempunyai semacam obat herbal.

“Dan obat herbal yang dimaksud itu sering kito makan sehari-hari. Seperti  jahe, kunyit, sere, tumbuh lawak dan sebagainya seperti itu. Jadi kito anjurkan kepada masyarakat banyak minum jamu, bila perlu Kita buat dewek. Informasi yang saya terima seperti itu,” ucapnya.

Bupati yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Elfie yenie, kepala Diskominfo, Sehan dan beberapa Asisten Setda Batanghari mengingat masyarakat untuk pentingnya menjaga kesehatan. Teruma dengan mencuci tangan dan menghidari kontak-kontak dengan orang tidak di kenal.

“Jadi, banyak-banyak lah cuci tangan apobilo habis berinteraksi dengan orang. Dan yang keduo, jangan banyak menghadiri kegiatan banyak orang atau keramaian yang tidak kenal seperti konser sebaiknya tidak usah datang. Ditempat itu kemungkinan tempat masuknya besar sekali,” tutupnya.

LEAVE A REPLY