Jumlah Pasien Suspect Corona di Indonesia Hari Ini 23 Orang

0
85
Foto : ditik.com/Dok. NIAID (National Institut of Allergy and Infectious Diseases

Jambitoday.co.id, Jakarta – Jumlah suspect virus Corona (COVID-19) bertambah hari ini menjadi 23 orang dari yang sebelumnya hanya 4 orang yang positif beberapa hari yang lalu di wilayah Indonesia.

“Total yang sudah kita periksa itu ada 620 spesimen. Spesimen yang dikirim dari RS ada 327 dari 63 RS di 25 provinsi. Kemudian dari 327 ini kita tahu ada 4 confirmed positif. Kemudian ada 23 masih suspect,” kata juru bicara dalam penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2020). Dilansir dari laman detik.com

Yuri mengatakan, dari 23 orang suspect tersebut merupakan pasien dari Bandung dan Bali.

“Sekarang ini penambahannya adalah dari pengembangan cluster 1 yang kemudian kita dapatkan dan dirawat di Bandung. Dan Ada beberapa kasus baru yang tidak bagian dari kasus ini (cluster Jakarta). Datang satu-satu yang baru. Seperti dua suspect di Bali baru datang. Tidak merupakan cluster yang lain,” Katanya.

Yuri menjelaskan pemeriksaan pasien suspect Corona ini akan diperiksa hingga 8 kali jika masih ada gejala-gejala virus Corona seperti masih batuk, demam yang tidak terlalu tinggi yang dialami pasien, dan kita tidak boleh mengatakan bahwa itu negatif.

“Ini menjadi penting untuk kita sampaikan yang suspect ini, karena pemeriksaan yang kita jadikan acuan adalah ternyata dengan masih ada tanda-tanda klinis, artinya itu masih sakit, masih batuk, masih demam meski tidak terlalu tinggi. Maka kita tidak boleh mengatakan itu negatif meskipun pemeriksaan negatif. Kita harus melakukan serial pemeriksaan negatif berkali-kali. Pada umumnya, kita akan melaksanakan seminggu, 7 kali pemeriksaan. Mudah-mudahan kedelapannya negatif,” Jelas Yuri.

Lanjutnya, pemeriksaan berulang kali itu dilakukan lantaran pada beberapa kasus pasien baru dinyatakan positif setelah diperiksa 6-8 kali. Karena itu, kata Yuri, 23 pasien suspect Corona masih akan diobservasi lebih lanjut.

“Tapi banyak RS di luar, bahwa pemeriksaan keenam, ketujuh, kedelapan kadang-kadang menjadi positif. Oleh karena itu, kita tidak boleh menganggap negatif dan boleh dipulangkan karena di samping gejala klinis masih ada. Oleh karena itu, 23 masih ditahan di RS untuk observasi lebih lanjut,” Pungkasnya. (Ari/*)

LEAVE A REPLY