Warga Menyesal Hibahkan Tanah, Rekanan Akui Adanya Kesalahan

0
380

KUALA TUNGKAL, Jambitoday.co.id-Beberapa ProyekPembangunan bak penampungan air baku di Kabupaten Tanjab Barat yang bersumber dari dana APBN dengan nilai miliyaran rupiah melalui Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) VI Provinsi Jambi menjadi sorotan karena buruknya kualitas fisik hingga ada yang terbengkali karena tida bisa di manfaatkan.

Temuan terbaru, mesin penyedot air  pada proyek penampungan air baku di Desa Jati Mas, Kecamatan Bram itam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang di bangun pada 2018 lalu menjadi keluhan warga karena rusak, sehingga tidak warga tidak bisa mendapatkan azas manfaatnya.

Menurut keterangan warga setempat mesin tersebut belum lama digunakan sudah rusak hingga sekarang belum diperbaiki.

” Sekitar 6 bulan atau 7 bulan lah dipekirakan mesin ini bisa di gunakan sejak mulai pembangunan selesai, setelah itu sampai sekarang tidak berfungsi,” keluh salah satu warga sekitar.

Selain itu sebut warga, bangunan depannya sempat miring namun sudah perbaiki. Bahkan, dilanjutkan warga, akibat kerusakan mesin ini terpaksa warga mengunakan mesin peyedot biasa merek sanyo.

Menurutnya, warga sudah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak pelaksana, nmaun malah warga yang dibebankan untuk membawa mesih yang rusak tersebuk ke Jambi.

“Aneh, masakkita warga yang dibebankan. Seharusnya pihak pelaksana yang bertangung jawab sebagaimana mestinya,” timpalnya.

Bedasarkan data yang berhasil dihimpun, selain proyek tahun 2018 tersebut, proyek di tahun 2019 lalu juga banyak bermasalah. Sedikitnya ada delapa titik proyek serupa di bangun dengan anggaran sekitar Rp 8 milyar lebih ini kondisinya telah mengalami kerusakan.

Diantaranya yang dibangun pada 2019 di lokasi Desa Dataran Pinang Kecamatan Kuala Betara, Desa Kampung Baru Kecamatan Betara, Kelurahan Tungkal 5 Kecamatan Seberang Kota, serta di Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan betara yang dibangun pada tahun 2018 lalu.

Diketahui proyek yang menelan anggaran milyaran yang pada tahun 2019 dikerjakan oleh CV Sentral Tampines pada Desember lalu. Kini hasil mutu dan kuwalitas proyek tersebut menjadi sorotan dan keluhan masyarakat. lantaran hasil pekerjaanya dinilai masyarakat diduga asal jadi dan tidak profesional.

Masyarakat menuding pihak kontraktor ingin mencari untung banyak dan tidak profesionalnya pihak kosultan dalam melakukan pengawas, hingga diduga kuat ada aroma kongkelingkong dalam proyek ini melihat dari hasil pekerjaannya.

Bahkan, warga yang menghibahkan tanah juga mengungkapkankan kekecewaan hingga menyesal.

Razak, warga Rt .06 Kelurahan Tungkal Lima ini dengan tegas mengatakan sangat kecewa dan menyesal telah mehibahkan tanah dengan ukuran 10×10 untuk lokasi pembangunan.

“Mubazir saja saya mehibahkan tanah, kalau tau seperti ini pekerjaanya tidak mau saya hibahkan tanah,” kesalnya.

“Tujuan saya hibahkan tanah agar pembangunan dapat betul-betul bermanfaat oleh warga, ini malah sebaliknya menjadi kekecewaan,” ungkap Razak Kecewa.

Terpisah Pihak rekanan dari CV Central Tampines mengakui adanya kerusakan pada pembangunan proyek pembangunan prasaranan pengambilan air tanah untuk air baku di tungkal V kecamatan sebrang kota.

Johan selaku pihak rekanan mengaku adanya kerusakan lantai dasar dalam pembangunan tersebut namun dirinya mengatakan akan memperbaiki fasilitas yang rusak tersebut.

“ Memang ada yang rusak, itu karena adanya kesalahan tekhnis,” ujarnya.

Iapun menyebut ada dua lokasi yang pembangunanya mengalami kerusakan di desa dataran pinang kecamatan betara dan desa tungkal V kecamatan sebrang kota.

“ Untuk desa dataran pinang sudah diperbaiki, untuk tungkal V kami akan perbaiki secepatnya,” ujarnya.

Mengenai adanya satu lagi proyek yang tidak bisa dimanfaatkan di desa jati mas, Johan mengaku tidak mengetahui kalau untuk di desa tersebut.

“ Mungkin bukan kami tapi dinas provinsi kalau disitu,” jelasnya.

Iapun menyebut kalau pihaknya akan memperbaiki proyek tersebut hingga bisa dimanfaatkan masyarakat.

“ Saya nih juga orang tungkal tidak mungkin saya meninggalkan yang jelek disana,” kilahnya. (Msi)

LEAVE A REPLY