Di Batanghari, KIA Tak Diwajibkan Syarat PPDB

0
18
BATANGHARI, JambiToday-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik)  Kabupaten Batanghari menegaskan Kartu Identitas Anak (KIA) belum menjadi persyaratan mutlak masuk sekolah.
Hal ini sudah di koordinasikan ke Disdukcapil Batanghari bahwa KIA tidak dijadikan syarat di tengah pandemi Covid-19, mengingat pembuatan KIA tidak dapat dilaksanakan karena mengantispasi kerumunan warga dalam membuatnya.
Hal ini disampaikan Kadisdik Batanghari Agung Wihadi melalui Plt Kabid Dikdas Yusfahrizal. Kata dia, ini sesuai dengan surat himbauan nomor 421/1323/DD/PDK/2020 bahwa KIA dapat dilengkapi setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB) dilakukan.
“Untuk saat ini kami sudah meberikan himbauan kepada sekolah agar tidak menjadikan KIA syarat utama daftar siswa baru,” ujarnya ketika dikonfirmasi Senin (29/6).
Yusfahrizal menjelaskan, KIA merupakan kartu identitas siswa yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan anak. Selain itu KIA juga merupakan pengganti KTP bagi anak sekolah.
“Jadi KIA itu memang diperlukan untuk pengenal anak terdaftar di sekolah, dapat juga digunakan untuk pencairan PIP dan lainnya,” jelas Yusfahrizal.
Lanjut lagi diingatkan Yusfahrizal bahwa, setiap sekolah yang melaksanakan PPDB tidak boleh mewajibkannya. Jika tidak memiliki KIA sekolah dapat memberitahukan kepada orang tua agar dapat membuat KIA. Selain itu, orang tua juga dapat membuat KIA melalui sekolah.
“Bisa melalui sekolah, kemudian sekolah dapat menyampaika data KIA anak siswa yang baru mendaftar ke Disdukcapil, untuk dibuatkan,” tandas Yusfahrizal.
Untuk syarat masuk Sekolah saat ini, Siswa dapat menyiapkan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), KTP orang tua, foto copy surat nikah dan pas foto tiga kali empat dua lembar.
Senada terpisah, Sekertaris Disdukcapil Batanghari Reflizer dikonfirmasi menegaskan, KIA sebenarnya sudah diberlakukan untuk syarat PPDB SD,SMP di kabupaten Batanghari. Namun, mengingat ramainya pembuat KIA di tengah wabah corona ini, tidak dapat tercover secara keseluruhan.
“Kita sudah kordinas dengan Disdikbud bahwa KIA sebagai syarat KIA dapat dilengkapi dikemudian hari. Artinya, daftar dulu ke sekolah nanti dapat dibuatkan setelah masuk sekolah,” sebutnya.
Langkah tersebut, merupakan untuk menghindari kerumunan warga dalam membuat KIA. Dikatakan Sekertaris juga, normalnya Disdukcapil mencover pembuatan KIA seratus anak yang mendaftar di Disdukcapil setiap harinya.

LEAVE A REPLY