Corona, Produksi Ikan di Batanghari Turun Dratis

0
18

BATANGHARI,JambiToday-Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, tidak terkecuali juga nasib para petani ikan di Kabupaten Batanghari. Dampak pandemi yang dirasakan yaitu produksi ikan budidaya dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang turun dratis.

Kasi Pengelolaan Mutu Perbenihan Ikan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Batanghari, Dessy Zakwan, mengatakan turun hasil produksi ikan di Batanghari ini terjadi sejak lima bulan terakhir.

“Dari data hasil produksi ikan di Batanghari yang masuk dengan Kita (DPKP), terhitung lima bulan terakhir produksi sangan turun. Lima bulan itu produksi ikan hanya 2.700 Ton,” kata Dessy Zakwan, ditemui beberapa waktu lalu.

Menurut dia, penurunan produksi ikan ini tidak lepas imbas dari merebaknya virus Corona, yang telah mengubah banyak hal. Selain produksi, petani juga kesulitan dalam hal memasarkan ke luar daerah seperti sebelumnya.

“Adanya pandemi ditengah masyarakat ini sangat sulit sekali dalam memasarkan. Biasanya bisa menyebarkan penjualan di Kabupaten lain seperti Bungo dan Tebo, kini tidak dapat karena adanya wabah pandemi Covid-19,” ucapnya.

Dessy Zakwan sendiri menyebutkan, pemasaran ikan sangat berpengaruh dengan hasil produksi para petani ikan. Sebab, jika ikan tidak dapat dipasarkan, produksi otomatis akan mengalami penurunan.

“Para petani ikan tidak dapat memasukam kembali ikan karena ikan yang ada di dalam kerambah mareka saja tidak dapat dipasarkan. Bahkan, ada kabar 100 ikam milil warga belum bisa dipasarkan sama sekali,” akuinya.

Untuk ditaketahui, pada Tahun 2019 lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari menargetkan 12 ribu ton produksi ikan di Batanghari. Realisasi cukup memuaskan yang mana terealisasi mencapai 98 persen.

Namun untuk Tahun 2020 ini target produksi ikan di Kabupaten Batanghari diprediksi akan sulit akan tercapai, mengingat kondisi seperti sekarang. Hal ini tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan para perani ikan.

LEAVE A REPLY