Info  

Jalan-jalan Ke Jambi? Patuhi 5 Aturan Adat Ini

Kalimat traveling dan berlibur tahun akhir ialah kalimat yang kemungkinan kerap terngiang-ngiang di pemikiran kamu belakangan ini. Bila air Danau Kaco yang jernih dan biru, alam yang cantik disekitaran air terjun Telun Berasap, dan arsitektur unik jembatan Gentala Arasy Jambi jadi tujuan khusus dalam gagasan rekreasi Anda seterusnya, karena itu saat sebelum pergi ke situ ada sesuatu hal yang perlu Anda ketahui lebih dulu.. Silahkan kita saksikan lebih dekat adat-istiadat yang minimal perlu Anda ketahui supaya bisa bersatu dengan kearifan lokal dan membuat lancar aktivitas rekreasi Anda nanti.

1. Dago-Dagi: Hukum untuk yang menebarkan fitnah dan hasutan

Untuk Anda yang kerap membagi content di sosial media untuk memperlihatkan teritori rekreasi yang Anda datangi, seharusnya digarisbawahi selalu untuk jaga semua kalimat yang dipakai dalam content itu. Karena bila menebarkan fitnah atau menghasut, dapat dikenai denda tradisi dengan bayar 800 gantang beras, 800 butir kelapa, delapan kain karung putih, dan salemak samanih.

2. Sumbang Salah: Tata krama dalam berinteraksi dengan lawan jenis

Bila Anda merencanakan untuk pergi jalanan dengan rekan musuh tipe, ada banyak hal yang penting Anda lihat. Karena dalam tradisi warga Jambi atur langkah melihat musuh tipe, kalimat yang dipakai saat berbicara, sampai semua sikap dan hubungan yang sudah dilakukan. Menjaga jarak yang bagus untuk tour bebas permasalahan.

Bila Anda kedapatan lakukan suatu hal yang menyalahi tradisi, hukumannya akan bergantung di tingkat pelanggarannya. Secara tradisionil, Anda akan didenda satu kambing, 40 gantang beras, dan sekarung kain bila Anda lakukan pelanggaran. Maka dari itu, jaga sikap Anda saat berekreasi di Jambi bersama rekan-rekan Anda.

3. Tipu Tepo : Menghindar dusta yang bikin rugi banyak faksi

Untuk Anda yang menyukai bohong, seharusnya jauhi ini saat berekreasi ke Jambi. Karena bila dusta itu bikin rugi seseorang, Anda harus kembalikan rugi yang sudah Anda kerjakan dan bayar denda tradisi. Denda tradisi ini berbentuk ayam, gantang nasi, dan kelapa. Ini kemungkinan terlihat sepele tetapi dapat memunculkan permasalahan di masa datang, kan?

4. Salah dikonsumsi diutarakan, salah bahasa dibalik, salah dipakai disepakati: Tanggung-jawab atas keyakinan yang sudah kita terima

Arti langsung dari kalimat itu sebetulnya yang keliru ditukar, yang keliru dibawa kembali, yang keliru disingkirkannya. Maknanya bila Anda pinjam, memakai, atau menghancurkan satu barang, karena itu Anda harus kembalikan barang yang sudah dipakai itu. Ketentuan tradisi ini berlaku saat Anda berekreasi ke situ.

5. Manempuh nan basawah, manjat nan rebak: Hukum dalam menerobos daerah terlarang

Selalu cari hal baru dan berani keluar zone nyaman ialah hal yang menyenangkan untuk dilaksanakan dan sama dengan periode muda. Tapi bila Anda merencanakan untuk coba cari lokasi baru di Jambi, penting untuk memerhatikan tempat yang mana secara tradisionil dilarang untuk dimasuki.

Selainnya ketentuan tradisi yang berjalan, ada pula peluang sebagai tanda jika teritori itu beresiko. Bila tidak bikin rugi diri kita, sekurang-kurangnya menurut tradisi akan didenda seekor ayam, satu gantang beras, dan satu butir kelapa.

Memang dari beberapa ketentuan yang disebut, itu ialah ketentuan yang kerap kita dengar pada umumnya. Tetapi minimal sesudah Anda membaca artikel ini, Anda akan dapat semakin jaga diri dan perjalanan Anda akan sesuai apa yang sudah Anda targetkan. Bergembira dan masih tetap bertanggungjawab!

Leave a Reply

Your email address will not be published.