Berita  

Anak Malas Belajar? Bisa Jadi Orangtua Yang Salah

Bagaimana seharusnya orangtua bersikap ketika anaknya malas untuk belajar? Terkadang kita sebagai orangtua selalu menginginkan solusi yang entah itu instan atau jangka panjang, contohnya mendaftarkan anak ke bimbingan belajar atau mendatangkan guru les privat di rumah.

Malas belajar terkait dengan motivasi dan ini sesuatu yang tumbuh dari dalam. Buat saya, lebih baik menghadapi anak yang punya motivasi belajar tetapi lambat dalam belajar dari pada anak yang malas tetapi cepat menangkap materi yang disampaikan.

Oleh karena rasa malas ini terkait dengan motivasi, maka ortu perlu menumbuhkan hal ini dalam diri anak. Bukan tanggung guru untuk memotivasi anak supayamau belajar. 
OK, guru memang perlu memotivasi siswa untuk belajar. Namun, ketika usahanya sudah maksimal,
maka sekolah harus mengambil alih peran ini sehingga guru bisa fokus mengajar. 
Bukankah beban guru sudah besar?

Ada anggapan bahwa guru yang berkualitas adalah guru yang sanggup memotivasi siswa 
untuk belajar. Ini bukanlah anggapan yang benar, karena memberikan motivasi adalah tugasnya 
motivator. 
Setahu saya, materi terkait dengan menjadimotivator tidak terlalu dipelajari di fakultas Pendidikan. 

Memotivasi itu seperti seni tersendiri, karena setiap orang akan memerlukan pendekatan yang berbeda. Ketika ada ortu yang mengeluh anaknya malas belajar, apakah ortu selama ini sudah menunjukkan semangat belajar? Maksud saya, bisa jadi ortu belum menjadi contoh buat anak di rumah. 
Misalnya, ortu meminta anak rajin baca buku, tetapi ortunya lebih sering main smartphone.

Jadi, ketika membaca pertanyaan ini, saya bertanya-tanya, apakah ortu (mungkin penanya) sudah menjadi contoh bagi anak dengan menjadi pribadi yang juga rajin belajar. Jika belum, maka langkah pertama 
adalah ortu perlu berubah. Jika sudah, mungkin ada baiknya dibicarakan dengan guru BP di sekolah, yangsaya yakin bisa menolong karena memang beliau kan belajar ilmunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.